Bolehkah ke Dokter Gigi Saat Hamil?

Bunda hamil mengalami perubahan hormon yang dapat mempengaruhi kesehatan mulut dan gigi. Tetapi beberapa wanita hamil kuatir untuk dokter gigi karena takut tindakan-tindakan di dokter gigi dapat membahayakan janin. Yuk, simak tulisan berikut, perawatan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat hamil :
1. Tambal gigi
Tambal gigi boleh dilakukan saat hamil. Saat ini dokter sudah menggunakan komposit untuk menambal gigi. Tambalan amalgam sudah tidak lagi digunakan dokter karena mengandung merkuri. Jika tambalan amalgam terlepas, uapnya bisa merusak sistem syaraf, kekebalan tubuh, peredaran darah dan system reproduksi yang dapat diteruskan ke plasenta dan ke janin. Jika Bunda ingin menambal gigi, sebaiknya di trimester kedua kehamilan, karena janin sudah lebih kuat.
2. Cabut gigi
Bila memang gigi sudah rusak dan harus dicabut, sebaiknya tindakan pencabutan dilakukan di akhir trimester kedua, menjelang trimester ketiga. Mengapa? Karena jika terjadi kontraksi saat pencabutan berlangsung, kandungan sudah cukup kuat. Pastikan dokter gigi akan mengupayakan perdarahan yang minimal dan penanganan yang lembut. Jangan lupa untuk meminta obat yang aman untuk ibu hamil.
3. Rontgen gigi
Sebaiknya Bunda menunda melakukan rontgen gigi sampai si kecil lahir. Kecuali bila keadaan gigi yang sudah parah dan harus mendapat penanganan segera, rontgen gigi boleh dilakukan tetapi hanya sebatas pada bagian rongga mulut saja. Biasanya dokter akan menggunakan proteksi selama proses rontgen.
4. Obat sakit gigi
Pada dosis yang tepat, obat pereda senut-senut pada gigi boleh diberikan pada ibu hamil. Dokter akan memberikan obat yang aman untuk meredakan sakit gigi.
5. Memutihkan gigi
Bahan pemutih gigi mengandung zat karbamid peroksida yang dapat membahayakan janin. Bila Bunda ingin memutihkan gigi, sebaiknya tunggu hingga Bunda melahirkan si kecil. Karena memutihkan gigi bukanlah sesuatu yang mendesak, disarankan untuk memutihkan gigi setelah masa menyusui.
6. Pasang behel
Meski tidak terlalu berbahaya, sebaiknya tunda dulu pemakaian behel. Gangguan hormonal yang dialami ibu hamil kadang menimbulkan gusi berdarah. Untuk menghindari infeksi ibu hamil harus melakukan perhatian ekstra pada behel yang bisa saja mempersulit ibu hamil.

Kesimpulannya, selama pengobatan dan perawatan gigi bersifat fungsional, untuk mengunyah, menghindari infeksi dan menghindari rasa sakit berlebihan, tindakan dokter gigi dibolehkan, tetapi bila sifatnya tidak terlalu urgent, ada baiknya ditunda sampai si kecil lahir atau hingga masa menyusui selesai.

Tips:
– Gunakan obat kumur yang tidak mengandung alkohol.
– Usahakan jangan sampai menelan pasta gigi, karena pasta gigi mengandung detergen, formaldehyde, paraffin, menthol, kapur dan titanium dioxide.

Penyebab Nyeri Perut Saat Hamil

Pada masa kehamilan, Bunda akan merasakan nyeri perut pada bagian bawah, hal ini normal dirasakan karena ada banyak tekanan di bagian otot, sendi juga nadi tubuh Bunda, seiring dengan perkembangan bayi dan rahim yang membesar.

Jika ini terjadi tanpa diikuti gejala lain, Bunda tidak perlu khawatir. Akan tetapi, waspadai gejala lain yang muncul, karena nyeri perut atau kram perut bisa jadi tanda serius pada kehamilan.

Penyebab Umum Nyeri Perut
Berikut adalah penyebab umum terjadinya nyeri di perut ibu hamil:
• Tekanan pada otot, sendi, dan pembuluh darah Ibu hamil secara otomatis memperoleh peningkatan tekanan pada otot, sendi, dan pembuluh darah. Hal ini kerap memicu rasa nyeri.
• Gas yang berlebihan didalam perut
Penyebabnya adalah meningkatnya hormon progesteron, sehingga otot perut lebih rileks dan lebih lambat mencerna makanan. Kadang tak hanya terasa pada perut, namun juga dapat menjalar di bagian punggung dan dada.
• Untuk mendukung perkembangan rahim, tubuh akan meregangkan jaringan ikat atau ligamen yang menghubungkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan kram perut ringan.
• Stress atau ada perasaan tegang.
• Setelah berhubungan seks
Berhubungan seks dan orgasme dapat menyebabkan kram perut saat hamil, yang kerap diikuti dengan sakit pinggang ringan. Hal ini terjadi karena vagina dan rahim berdenyut saat orgasme dan dapat meninggalkan rasa kram  perut setelahnya.

Meringankan Rasa Tidak Nyaman
Meskipun kram perut tergolong normal, di saat hamil bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasinya,antara lain :
– Hindarilah melakukan gerakan tiba-tiba saat kram perut melanda, bungkukkan badan ke arah sumber sakit untuk membantu melegakan. Jangan lupa, minum air yang cukup karena dehidrasi dapat memicu timbulnya kontraksi palsu (Braxton hicks).
– Jika rasa sakit karena gas di saluran cerna, cobalah untuk mengompres dengan air hangat pada bagian perut yang terasa nyeri. Atau, menggerakan tubuh atau melakukan olahraga khusus ibu hamil. Kemudian, akhiri dengan mandi air hangat.
– Bila terjadi kram perut saat hamil setelah berhubungan seks, cobalah untuk memijat punggung dengan lembut. Selanjutnya, lakukan hubungan seks saat hamil dengan lembut dan perlahan.
– Kram perut saat hamil disebabkan oleh kontraksi Braxton Hicks yang sering terjadi pada kehamilan trimester akhir. Jika hal ini terjadi, ada baiknya ibu hamil berbaring. Jika nyeri terasa di bagian kiri, maka berbaring ke arah kanan atau sebaliknya. Angkat kaki lebih tinggi dari posisi kepala.

Di akhir kehamilan, biasanya rasa nyeri sering terjadi tanpa ada masalah apa-apa. Hubungi dokter, bila Bunda merasakan gejalanya terasa berbeda dari biasanya. Kurangi risiko gangguan di masa kehamilan dengan pengecekan kandungan rutin, konsultasi dengan dokter dan mencukupi kebutuhan harian nutrisi ibu hamil dan janin.

Apabila Bunda ingin mengetahui perkembangan yang tengah terjadi pada usia kehamilan Bunda saat ini, dapat mendownload aplikasi Kehamilan Infobunda di https://play.google.com/store/apps/details?id=bunda.remko.kelahiran

Happy Pregnancy ^_^….

Ketahui Persiapan Persalinan Normal

Bisa melahirkan normal adalah impian setiap Ibu hamil. Selain bisa merasakan perjuangan berat saat melakukan persalinan normal, melahirkan secara normal merupakan proses kelahiran yang disarankan oleh medis. Kelahiran normal dapat dilakukan dengan catatan tidak ada komplikasi pada janin. Bila Bunda berencana melakukan persalinan normal, simaklah poin-poin penting berikut ini:
1. Umumnya persalinan normal menghabiskan waktu 12-14 jam. Tetapi biasanya itu terjadi pada persalinan pertama. Untuk persalinan normal berikutnya, waktunya akan lebih cepat dibanding yang pertama.
2. Proses persalinan ditandai dengan adanya kontraksi. Kontraksi memicu janin menuju ke bawah sehingga siap untuk keluar dari dalam rahim Bunda.
3. Kontraksi yang semakin kuat menimbulkan pembukaan rahim yang makin lama semakin membesar sebagai jalan keluar janin atau bayi. Proses pembesaran jalan keluar janin inilah yang dikenal dengan istilah pembukaan.
4. Pembukaan dimulai dari pembukaan 1 hingga pembukaan 10. Maksudnya 1 di sini adalah 1 cm dan begitu juga 10 maksudnya adalah 10 cm. Semakin lebar pembukaan, kepala bayi semakin terdorong dan siap keluar.
5. Pada pembukaan 1, kontraksi yang dialami biasanya tidak terlalu kuat. Tidak heran, terkadang Ibu hamil tidak menyadari bahwa dirinya mengalami kontraksi.
6. Pada pembukaan ke-10 yaitu pembukaan sempurna Bunda akan merasakan mulas yang sangat kuat. Kepala bayi sudah terlihat dan Bunda akan merasakan kontraksi yang cukup lama, yaitu 2-3 menit.
7. Pada persalinan pertama, bila perlu dokter akan mengambil tindakan perobekkan bagian perineium untuk memudahkan janin keluar. Namun, pada persalinan berikutnya biasanya janin akan mudah keluar tanpa harus dilakukan perobekkan terlebih dahulu.
8. Bila Bunda merasa tegang saat menghadapi persalinan, diamlah sejenak dan katakan dalam hati bahwa Bunda percaya dan yakin Bunda akan mampu melewati peristiwa indah ini. Rasa sakit kontraksi akan hilang seketika saat si kecil lahir ke dunia.
9. Minumlah air putih yang cukup sebelum persalinan untuk menghindari dehidrasi, karena Bunda perlu tenaga yang cukup besar.
10. Bila pembukaan berjalan lambat, Bunda bisa berjalan-jalan supaya janin terdorong ke bawah dan menambah besarnya pembukaan.

Nah Bunda, kini Bunda sudah siap menjalani persalinan normal yang luar biasa itu, bukan? Percayalah bahwa peristiwa melahirkan si kecil tidak akan terlupakan oleh Bunda untuk seumur hidup.

Tips:
– Lakukan latihan pernapasan saat memasuki trimester ketiga. Bunda dapat mengurangi kecemasan melalui olah napas yang benar.
– Pelajari pula tehnik mengejan yang tepat jauh-jauh hari sebelum persalinan.

Meringankan Batuk Saat Hamil

Batuk merupakan suatu refleks yang dikeluarkan oleh tubuh agar bisa mengeluarkan berbagai macam benda asing berupa debu, kuman, virus dan makanan yang dapat membuat iritasi di saluran pernafasan.

Batuk yang sering terjadi dan dialami oleh manusia biasanya adalah batuk yang menjadi gejala dari radang tenggorokan. Karena disebabkan oleh kuman, tidak mengherankan jika penularannya begitu cepat. Batuk itu bisa menular kurang dari sehari, sebab media penularannya bisa melalui udara. Orang yang ada di samping orang yang batuk, jika dia memiliki sistem imun yang kurang bagus, kurang dari sehari dia akan mengalami batuk juga.

Bagi Ibu hamil tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat karena apa pun yang dimakan dan diminum akan berdampak kepada pertumbuhan janin. Begitu pula ketika sakit, ada kekhawatiran bahwa penyakit ibu hamil akan menulari janin bila tidak diobati. Sehingga, sakit ringan sekalipun seperti batuk dan pilek dapat membuat ibu hamil panik dan bingung bagaimana cara menanganinya.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan selama kehamilan. Terlebih lagi, daya tahan tubuh ibu hamil cenderung melemah.

Beberapa tips berikut dapat membantu meringankan batuk:

1. Mandi dengan air panas. Uap air panas dapat membantu melegakan sesak napas.
2. Berkumur dengan air hangat yang diberi garam untuk meringankan radang tenggorokan atau batuk.
3. Oleskan balsem atau minyak gosok pada dada untuk menghangatkan, serta oleskan juga sedikit di bawah hidung.
4. Makan sup ayam hangat dapat membantu melegakan hidung tersumbat dan mengurangi peradangan.
5. Minum teh decaffeinated atau rendah kafein, tambahkan dengan lemon atau madu. Minuman ini dipercaya dapat membantu meringankan radang tenggorokan.
6. Gunakan bantal yang ditumpuk cukup tinggi ketika tidur agar posisi kepala lebih tinggi. Posisi ini berguna karena cairan dahak yang mengalir saat tidur dapat mengiritasi dinding tenggorokan.
7. Letakkan segelas air, balsem, atau obat-obatan lain di dekat tempat tidur ibu hamil agar cepat dijangkau ketika dibutuhkan.
8. Konsumsi obat sesuai resep dokter.

Kenali Miom, Gejala dan Penyebabnya

Bunda pasti sudah pernah mendengar istilah Miom. Miom adalah istilah medis untuk tumor dinding rahim. Miom ini sebenarnya adalah sel otot rahim yang tumbuh secara abnormal. Ukuran Miom awalnya hanya sebesar kacang polong, namun lama kelamaan bisa menjadi sebesar anggur dan banyak. Yuk cari tahu tentang penyebab, gejala dan bagaimana mengobatinya!

1.  Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kebanyakan kasus Miom tidak berbahaya, karena jarang sekali berubah menjadi kanker.

2.  Terdapat beberapa jenis Miom yang dibedakan berdasarkan letaknya:

a.  Mioma Uteri Intramural, yaitu Miom yang sebagian besar letaknya berada di dalam otot rahim.

b.  Mioma Uteri Sub Serosum, yaitu Miom yang menonjol keluar sebagian dan terpisah dari ototrahim, namun terhubung ke rahim melalui sebuah tangkai.

c.  Mioma Uteri Sub Mukosum, yaitu Miom yang menonjol ke dalam rongga rahim.

d.  Mioma Uteri yaitu Miom yang terlepas sama sekali dengan rahim.

3.  Bila seorang wanita memiliki Miom, ia dapat menujukkan gejala seperti:

a.  Sering buang air kecil dan sulit buang air besar. Gejala ini muncul karena Miom menekan organ-organ di sekitar panggul seperti kandung kemih dan usus besar.

b.  Volume darah menstruasi yang banyak dan masa menstruasi lebih lama. Ini karena Miom mengganggu volume rongga rahim.

c.  Terasa nyeri saat menstruasi.

d.  Perut yang tampak membesar dan adanya benjolan padat di sekitar perut.

4.  Meski banyak dugaan tentang penyebab Miom, namun hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab tumbuhnya Miom. Terdapat hubungan yang erat antara Miom dan kelainan kromosom. Miom juga dikabarkan karena adanya faktor keturunan. Selain itu perkembangan Miom diduga ada kaitannya dengan terapi hormone estrogen dan progesteron.

5.  Penyebab lain Miom yang sering diungkap adalah melalui asupan makanan. Makanan yang mengandung logam berat seperti timbal dan merkuri dipercaya menjadi penyebab tumbuhnya Miom.

6.  Tumbuhnya Miom di saluran leher rahim dapat mempersulit sperma masuk ke rahim, sehingga pembuahan sangat sulit terjadi. Bila situasinya seperti ini, maka Miom harus diangkat melalui operasi.

7.  Miom dapat membesar atau pun mengecil saat kehamilan. Jika tidak menimbulkan keluhan, Miom tidak perlu dioperasi.

8.  Saat memasuki masa Menopause, Miom akan mengecil dengan sendirinya.

Bila Bunda memiliki Miom, jangan terlalu kuatir. Bila ragu hubungi dokter kandungan Bunda. Bila Bunda tak terkena Miom, ada baiknya menghindari makanan yang mengandung logam dan merkuri untuk memperkecil kemungkinan terkena Miom.

Urut Perut Bisa Segera Hamil?

Bunda dan suami mengidamkan momongan, tetapi tak kunjung hamil. Mungkin Bunda dan Ayah sudah melakukan segala cara untuk mewujudkannya. Misalnya saja, mengurut perut supaya cepat hamil. Tetapi apakah benar dengan mengurut perut bisa cepat hamil? Bagaimana caranya supaya segera hamil?

Banyak yang percaya, dengan mengurut perut atau istilahnya dinaikkan peranakannya akan membuat seorang wanita segera hamil. Padahal dengan mengurut perut justru malah beresiko terjadinya cedera rahim.

Penyebab sulit hamil
Sulit hamil disebabkan oleh beberapa hal, bukan karena peranakan turun. Beberapa penyebab sulit hamil, seperti:
1.      Kesuburan berkurang karena usia Bunda dan Ayah di atas 30 tahun.
2.      Adanya endometriosis
3.      Jumlah sperma pria sedikit
4.      Salah memperhitungkan masa subur saat berhubungan intim
5.      Adanya kerusakan pada saluran telur
6.      Mengalami penyakit radang panggul
7.      Tidak seimbangnya hormon tiroid wanita

Masih ada beberapa penyebab lainnya selain penyebab diatas. Jadi Bunda jangan langsung percaya dengan istilah peranakan turun. Lebih baik Bunda fokus pada langkah apa yang perlu Bunda lakukan supaya segera hamil.

Kiat segera hamil
Jangan putus asa Bun! Biasanya Bunda dan Ayah harus mengubah gaya hidup untuk segera hamil. Misalnya saja, si Ayah berhenti merokok atau Bunda menghindari lingkungan yang dipenuhi asap rokok.

Bunda dan Ayah bisa melakukan langkah-langkah berikut supaya segera hamil:
1.  Olahraga
Bunda dan Ayah perlu menjaga stamina supaya kualitas sperma dan sel telur baik. Untuk menjaga stamina biasakan olahraga setidaknya 2 kali dalam seminggu. Bila tidak memiliki waktu banyak untuk olahraga di gym, lakukan olahraga lari atau berjalan di sekitar komplek rumah.
2.  Atur berat badan
Kegemukan dapat mempengaruhi kesuburan Bunda. Timbunan lemak berlebih bisa mengakibatkan kelebihan produksi estrogen yang akan membuat ovulasi tidak teratur. Atur pola makan sehingga tidak terlalu banyak mengonsumsi lemak.
3.  Ketahui masa subur
Beberapa wanita tidak mengetahui masa suburnya. Ketahui dan catat masa subur Bunda. di situs kesayang Bunda ini Bunda bisa mengetahui kapan masa subur Bunda dengan memasukan tanggal menstruasi Bunda.
4.  Posisi seks
Tidak semua posisi seks memberikan peluang terjadinya kehamilan. Tetapi bukan berarti posisi seks tersebut tidak akan membuat Bunda hamil. Posisi Bunda konvensional (Bunda di bawah) membuat posisi sperma lebih mudah mencapai sel telur.
5.  Rileks
Perasaan yang rileks membuat Bunda terhindar dari stress. Ikhlas dengan apap pun hasilnya. Jangan membebani pikiran Bunda bahwa berhubungan kali ini harus hamil.
6.  Konsultasi ke dokter
Untuk lebih pasti, sebaiknya Bunda dan Ayah konsultasi ke dokter supaya dicari masalahnya dan dilakukan segera penanganannya.

Nah Bunda, sebaiknya jangan asal mengurut perut, tetapi lakukan langkah-langkah yang lebih masuk akal untuk mewujudkan impian memiliki momongan.

Mengenal Istilah-Istilah Persalinan

Selama hamil tentunya Bunda perlu mempelajari tentang kehamilan dan bagaimana mengurus bayi kelak. Jangan lupa juga, Bunda perlu mengetahui istilah-istilah khusus yang banyak digunakan saat menjelang kelahiran. Berikut beberapa kata dan penjelasan singkatnya yang perlu Bunda ketahui:

1. Pembukaan
Pembukaan adalah membukanya mulut rahim sebagai jalan keluar bayi. Pembukaan mulai dari 1 (1cm) hingga 10 (10cm). Pembukaan ke-10 dikatakan pembukaan sempurna di mana kepala janin sudah memasuki rongga panggul dan siap keluar. Lamanya pembukaan hingga menuju pembukaan ke-10 tidak sama pada setiap wanita hamil. Semakin banyak pembukaan kontraksi akan semakin kuat.

2. Kepala turun panggul
Kepala janin turun panggul biasanya berkisar pada usia kehamilan 34-36 minggu. Bila pada minggu ke-39 kepala janin belum juga turun ke panggul bisa jadi panggul Bunda terlalu sempit atau berat badan janin terlalu besar (4000gram misalnya). Bila kepala janin belum juga mau turun menjelang kelahiran, dokter biasanya akan mengambil tindakan operasi Caesar.

3. Induksi
Induksi adalah tindakan yang dilakukan dokter untuk merangsamg timbulnya kontraksi. Hal ini dilakukan agar Bunda dapat segera melakukan persalinan. Induksi akan dilakukan apalabila air ketuban sudah pecah namun Bunda belum juga mengalami kontraksi. Bunda yang berpanggul sempit tidak boleh diinduksi karena janin tidak bisa keluar melalui
vagina.

4. Detak Jantung Janin (DJJ)
Detak jantung janin umumnya dapat dideteksi mulai dari usia kehamilan 6 minggu, tetapi ada juga yang belum terlihat dikarenakan posisi janin dan tebalnya lemak kulit. Normalnya detak jantung janin pada usia 6 minggu adalah 90 hingga 110 denyut permenit (dpm). Detak jantung janin normalnya memang lebih cepat dibanding detak jantung orang dewasa. Waspadai jika detak jantung janin usia 5-8 minggu tetapi terjadi perlambatan detak jantung (kurang dari 90 denyut permenit).

5. Pembiusan epidural
Banyak wanita hamil yang mendapatkan pembiusan epidural supaya terbebas dari rasa sakit melahirkan. Pembiusan epidural berguna untuk Bunda yang terlalu cemas dan takut menghadapi persalinan. Bunda menjadi lebih tenang dan nyaman.

6. Letak sungsang
Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal, pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal.

7. Letak lintang
Letak lintang adalah suatu keadaan dimana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada satu sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain.

8. Presentasi bokong
Normalnya kepala bayi harus berada tepat di mulut rahim dan bagian itulah yang akan keluar pertama kali. Ketika bokong janin yang berada di mulut rahim, maka disebut presentasi bokong.

9.  Kontraksi
Kontraksi adalah tanda di mana bayi akan segera lahir. Kontraksi timbul karena adanya peregangan dinding rahim akibat gerakan janin. Kontraksi akan berlangsung terus menerus, 30-60 detik hingga sekitar 75 detik.

10. Kontraksi palsu
Kontraksi ada juga yang palsu. Kontraksi palsu biasanya terjadi selama 20 detik dan hanya muncul sekali atau dua kali saja sehari. Jangan terkecoh dengan kontraksi palsu dan membuat Bunda panik!

Setelah Bunda mengetahui dan memahami istilah-istilah di atas, saat menjelang kelahiran Bunda lebih mengerti dan tentunya lebih siap menghadapi kelahiran.

Rasa Tidak Nyaman pada Bunda Hamil

Menjadi Bunda hamil, mau tidak mau akan mengalami perubahan baik secara fisik maupun emosional. Perubahan-perubahan ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Berikut beberapa perubahan yang bisa Bunda alami selama hamil:

1.     Payudara sakit
Saat hamil, payudara mempersiapkan produksi Air Susu Ibu (ASI). Tidak heran payudara Bunda mulai membengkak dan terkadang terasa sakit. Bahkan bisa mengeluarkan ASI sebelum si kecil lahir.

2.     Kelelahan dan sakit kepala
Kelelahan muncul di sepanjang kehamilan. Di trimester ketiga di saat perut semakin membesar Bunda mudah sekali lelah bahkan sering sakit kepala. Jangan minum sembarang obat. Sebaiknya minum paracetamol yang masih tergolong aman.

3.     Gusi berdarah
Gusi berdarah saat hamil disebabkan faktor hormonal. Perdarahan terjadi karena adanya pelebaran dan pelunakkan pembuluh darah di area gusi. Jaga selalu kebersihan gigi dan gusi. Jangan lupa untuk sikat gigi sebelum tidur.

4.     Sulit tidur
Biasanya di trimester akhir Bunda akan mengalami sulit tidur karena posisi perut yang kian membesar. Bunda tak lagi nyaman diam pada satu posisi dalam waktu yang lama. Coba tidur dalam posisi miring ke kiri, gunakan bantal untuk mendukung tubuh.

5.     Mual dan muntah
Mual dan muntah saat hamil terjadi karena perubahan hormonal yang meningkatkan asam lambung. Cara mengatasinya dengan menghindari makan dalam porsi besar. Makanlah dengan porsi kecil namun sering.

6.     Napas pendek
Pada saat hamil, kerja jantung dan paru-paru Bunda semakin berat. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan dan berenang. Tidur dalam posisi miring juga dapat mengatasi napas pendek.

7.     Bengkak
Beberapa Bunda hamil mengalami pembengkakan di wajah, tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya. Kurangi makanan yang mengandung garam dan istirahat kaki lebih tinggi dari posisi tubuh. Bisa juga mengganjalnya dengan bantal saat Bunda tidur.

8.     Keputihan
Karena perubahan hormon, cairan vagina biasanya akan bertambah banyak. Bila cairan berwarna kuning kehijauan, berbau, dan terasa gatal, konsultasikan dengan dokter kandungan Bunda untuk mendapat pengobatan segera.

9.     Nyeri punggung dan pinggang
Rahim yang membesar dan berat badan yang bertambah dapat melemahkan otot-otot tubuh di sekitar perut yang mengakibatkan tekanan pada punggung dan pinggang Bunda. Usahakan untuk tetap dalam posisi tegak saat berdiri dan duduk.

10. Wasir
Berawal dari masalah konstipasi Bunda bisa mengalami wasir. Faktor  hormonal dan juga suplemen zat besi yang mempengaruhi saluran pencernaan. Besarnya ukuran janin juga dapat menyebabkan sembelit. Minumlah air putih minimal 2 liter sehari.

Nah, Bunda itulah 10 rasa tidak nyaman yang sering dialami Bunda hamil. Meski begitu, cobalah untuk menikmati kehamilan Bunda supaya Bunda tidak stress saat hamil.

Macam-Macam Posisi Rahim

Posisi rahim wanita ternyata ada bermacam-macam. Infobunda akan membahas beberapa diantaranya yaitu anteversi, retroflexi, anteflexi dan retroversi. Posisi apakah yang pada umumnya dianggap berhubungan dengan kesuburan Bunda dan apa penyebabnya? Berikut ini beberapa point yang bisa Bunda ketahui:

1. Sumbu vagina dan sumbu uterus (rahim) akan membentuk suatu sudut, jika sudut membuka ke depan disebut anteversio dan jika sudut membuka ke belakang disebut retroversio.

2. Sumbu serviks dan sumbu korpus uteri (rahim) akan membentuk sudut, jika membuka ke depan disebut anteflexio dan jika membuka ke belakang disebut retroflexio.

3.  Posisi yang paling sering ditemui dan di anggap normal adalah posisi anteversi anteflexio.

4.  Penyebab utama yang sering terjadi adalah karena bawaan sejak lahir. Sejak lahir kondisi rahim sudah seperti itu, tetapi ada juga yang berubah saat dewasa.

5.  Penyebab lain posisi rahim yang tidak normal bisa karena endometriosis. Gejala rahim terbalik perlu diwaspadai, seperti nyeri di sekitar perut saat menstruasi, sakit saat bercinta. Periksa ke dokter bila gejala ini muncul.

6.  Penyakit radang panggul atau pernah operasi radang panggul juga bisa membuat posisi rahim terbalik (retroflexio).

7.  Solusinya bisa dilakukan operasi untuk mengoreksi posisi rahim. Namun, hal ini tidak umum dilakukan karena posisi rahim bisa berubah dengan sendirinya.

8.  Disarankan untuk mengganjal bokong Bunda dengan bantal supaya dapat membantu sperma meluncur ke dalam dan menemukan sel telur. Tidak ada salahnya mengangkat kaki ke atas dalam posisi tidur.

9.  Jangan patah semangat bila posisi rahim Bunda tidak berada pada posisi normal. Bila kualitas sperma bagus dan kuat, bukan tidak mungkin Bunda hamil. Ada beberapa wanita yang berhasil hamil meski memiliki posisi rahim terbalik.

10. Hindari pemijatan atau urut pada daerah perut bawah karena dapat melukai rahim atau malah akan menyebabkan perubahan posisi rahim yang tidak diinginkan.

Tips: Bila Bunda memiliki masalah kesuburan, periksakan dengan seksama kepada dokter karena posisi uterus belum tentu mempengaruhi kesuburan Bunda.

Hal-hal Penting di Trimester Pertama (2)

Minggu ini kita masih akan membahas tentang hal-hal penting di trimester pertama kehamilan Bunda. Berikut hal-hal penting lainnya yang perlu Bunda ketahui:

1. Ibu hamil bukanlah orang yang sedang sakit. Ibu hamil bukanlah sebuah guci yang mudah pecah. Lakukan aktivitas Bunda seperti biasa, jangan hanya malas-malasan dan diam saja di rumah. Kecuali Bunda sakit, sebaiknya Bunda beristirahat di rumah.

2. Berbeda dengan Bunda yang sulit makan, ada ibu hamil yang malah tidak  bisa berhenti makan. Makan untuk dua orang hanyalah mitos belaka. Makan secukupnya supaya peningkatan berat badan tidak melebihi normal di trimester pertama kehamilan.

3. Benarkah tidak boleh berhubungan intim? Hubungan intim boleh saja asal tidak ada komplikasi. Ada dokter yang menyarankan untuk tidak ejakulasi di dalam vagina karena sperma dapat menimbulkan kontraksi meski tidak selalu terjadi.

4. Beberapa Bunda mengalami sakit kepala hebat pada trimester pertama. Jangan minum sembarang obat. Paracetamol masih tergolong aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Banyak minum air putih, makan teratur dan olahraga ringan secara rutin dapat mengurangi sakit kepala.

5. Mendekati akhir trimester pertama mungkin Bunda akan merasakan perubahan tubuh yang cukup signifikan. Mungkin Bunda mulai merasa sakit pinggang. Hindari membungkuk. Jaga agar tulang belakang selalu dalam keadaan yang tegak.

6. Banyak Bunda dan pasangan yang sengaja menunda pemeriksaan di awal kehamilan karena berbagai alasan. Namun, sebenarnya pemeriksaan kehamilan (antenatal care/ANC) di awal trimester cukup penting.  Bidan akan mencatat berat badan, tensi darah,  dan sebagainya termasuk nasihat kesehatan serta pemberian suplemen dan vaksinasi.

Selamat ya, Bun! Sebentar lagi Bunda akan memasuki kehamilan trimester kedua. Nikmati kehamilan Bunda setiap hari agar janin tumbuh sehat dan bahagia.